Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Opsi Inter-VLAN Routing dan Penjelasannya

Gambar
Terdapat 3 opsi Inter-VLAN Routing, yaitu: Legacy Inter-VLAN Routing. Merupakan cara lama yang kurang efisien karena setiap VLAN harus terhubung ke satu interface pada Router. Router-On-a-Stick. Ini adalah solusi alternatif untuk skala jaringan yang kecil hingga menengah. Menggunakan MLS (Multi Layer Switch) dengan SVI. Merupakan cara yang paling efektif dan efisien untuk skala jaringan menengah keatas. Legacy Inter-VLAN Routing      Solusi yang pertama menggunakan interface Ethernet pada Router. Jadi setiap interface akan terhubung ke port switch di VLAN yang berbeda. Interface Router berfungsi sebagai Gateway default untuk lokal host di subnet VLAN.      Ketika PC1 mengirimkan paket ke PC2 yang berada di jaringan lain, maka paket akan diteruskan ke default gateway 192.168.10.1. R1 menerima paket pada interface G0/0/0 dan memeriksa alamat tujuan dari paket tersebut. R1 kemudian merutekan paket tersebut keluar melalui interface G0/0/1 menuut port F0/12 pada...

Konsep Inter-VLAN Routing

     Inter-VLAN Routing adalah proses meneruskan lalu-lintas jaringan dari satu VLAN ke VLAN yang lain. ▪ Inter-VLAN adalah proses pembagian segmen pada jaringan lokal yang tujuannya yaitu untuk menghubungkan vlan yang berbeda network maupun ip. ▪ Inter-VLAN memerlukan perangkat yang dapat berjalan dengan layer 3, dengan menggunakan router sebagai penghubungnya. 

Kenapa Menggunakan Inter-VLAN Routing

     Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.      Inter-VLAN Routing pada d...

Kelebihan dan Kelemahan Routing Statis dan Dinamis

Kelebihan Routing Statis Meringankan kinerja dari prosesor router karena pemrosesan sudah tersebar pada setiap router. Menghemat bandwidth karena tidak ada bandwidth yang terbuang saat terjadi pertukaran paket. Memperoleh informasi dari isi tabel routing pada saat terjadi proses tukar menukar paket. Routing statis lebih aman Administrator bebas menentukan jalur jaringan Kekurangan Routing Statis Network admin harus mengetahui segala informasi tentang router yang tersambung. Hanya bisa untuk jaringan berskala kecil Konfigurasi lebih rumit apalagi kalau banyak komputer yang terhubung Membutuhkan waktu konfigurasi yang lebih lama Jika ada jalur yang rusak jaringan akan terhenti Kelebihan Routing Dinamis Proses konfigurasi jaringan lebih cepat Bisa digunakan untuk jaringan berskala besar Jika ada jalur yang rusak tetap aman Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem Kekurangan Routing Dinamis Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar Jalur yang bisa menentukan adalah sistem bukan dari admini...

Jenis Routing Dinamis

Ada beberapa macam routing dinamis yang perlu Anda ketahui: RIP (Routing Information Protocol) BGP (Border Gateway Protocol)  IGRP (Internal Gateway Routing Protocol) OSPF (Open Shortest Path First)      Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RI...

Routing Dinamis

Gambar
     Routing dinamis (Dynamic Routing) adalah router yang memiliki kemampuan untuk membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung. Jika diartikan, dinamis adalah bisa berubah-ubah, jadi IP Addressnya selalu berubah sewaktu-waktu.      Routing dinamis ini kebalikan dari routing statis yang semuanya harus dilakukan secara manual. Protokol routing akan mengatur router secara otomatis sehingga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya dengan saling memberikan informasi antar router.      Routing dinamis mempelajari sendiri arah dari rute yang terbaik untuk meneruskan paket dari satu network menuju network lainnya. Administrator tidak bisa menentukan rute mana yang harus dilewati, melainkan semuanya sudah secara otomatis berjalan.      Pengisian dan pemeliharaan pada routing table dilakukan secara otomatis sehingga antar router satu dengan lainnya saling bertukar informasi untuk mengeta...

Routing Statis

Gambar
     Routing statis (Static Routing) adalah proses setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dilakukan secara manual saat melakukan konfigurasi. Jika ada perubahan, maka administrator jaringan harus melakukan setting ulang pada jaringan.      Routing static merupakan pengaturan yang paling simple dalam jaringan komputer, untuk menggunakannya administrator tinggal mengisi dalam tabel entri forwarding pada setiap router yang terhubung pada jaringan tersebut.      Routing static Penggunaan routing statis cocok untuk jaringan internet berskala kecil, untuk jaringan yang skalanya besar tidak disarankan menggunakan routing statis.

Router dan Fungsi

     Router merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk mengirimkan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Proses pengiriman data tersebut dinamakan dengan routing. Router disebut sebagai perangkat jaringan yang cerdas karena selain memiliki CPU dan memory juga mampu menentukan jalur mana yang harus paket data lewati untuk menghubungkan beberapa jaringan komputer yang berbeda. FUNGSI ROUTER Menghubungkan beberapa jaringan untuk menyampaikan suatu data. Mentransmisikan suatu informasi dari jaringan satu ke jaringan lain dengan sistem kerja seperti bridge. Menghubungkan atau mengkoneksikan dua jaringan dengan media yang berbeda. Menghubungkan jaringan lokal ke koneksi DSL atau disebut juga dengan DSL router. Menyimpan routing table untuk menentukan rute terbaik antara LAN ke WAN. Untuk membaca alamat logika IP address source and destinatio

Konsep Routing

     Untuk memahami routing, tentunya ada dasar yang harus kalian ketahui terlebih dahulu. Yaitu bagaimana perintah yang harus kita berikan untuk menghubungkan perangkat yang berbeda agar kedua perangkat bisa saling berbagi informasi. Pada dasarnya routing terbagi menjadi dua yaitu routing statik dan juga routing dynamic. Dan yang perlu kalian tau dari routing dinamic ini bukan berarti routing akan berjalan otomatis semudah yang kalian bayangkan.       Kedua routing ini sama-sama memerlukan tahapan konfigurasi yang membutuhkan logika dan pemikiran "apa sih yang harus di konfigurasikan". Bedanya adalah metode konfigurasi yang dilakukan. Yaitu routing statik adalah memilih jalur secara manual agar perangkat bisa terhubung kesana dan routing dinamic yang sifatnya advertising (mengiklankan) yaitu mengenalkan dirinya pada routing yang lain.

MENGAKSES CISCO IOS DEVICE

     Ada beberapa cara untuk mengakses CLI. Metode yang sering dipakai adalah: Console Telnet atau SSH AUX port

ROUTING PROTOKOL

     Routing protokol mempelajari semua router yang ada, menempatkan rute yang terbaik ke table routing, dan menghapus rute ketika rute tersebut sudah tidak valid lagi. Router memerlukan informasi tabel routing (route) yang mendefinisikan kemana paket harus diforward untuk mencapai tujuan. Untuk melakukan proses routing, router harus mengetahui : IP address tujuan dari paket yang di routing. Informasi network yang dituju oleh paket. (route) Semua kemungkinan jalur untuk mencapai network tersebut Jalur terbaik dari semua jalur yang ada (best routes). Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.

PRINSIP DASAR ROUTING

     Fungsi utama dari layer network adalah pengalamatan dan routing. Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan lain. Tugas routing akan dilakukan device jaringan yang disebut sebagai Router.

ROUTER

     Router sering digunakan untuk menghubungkan beberapa network yang berbeda. Router merupakan perangkat utama yang digunakan untuk menghubungkan jaringan LAN, WAN dan WLAN. Router memerlukan Operating System yang disebut Internetwork Operating System (IOS), digunakan untuk menjalankan file-file konfigurasi, aplikasi (routing, switching) dan fungsi-fungsi internetworking lainnya.  FUNGSI ROUTER Menghubungkan beberapa jaringan untuk menyampaikan suatu data. Mentransmisikan suatu informasi dari jaringan satu ke jaringan lain dengan sistem kerja seperti bridge. Menghubungkan atau mengkoneksikan dua jaringan dengan media yang berbeda. Menghubungkan jaringan lokal ke koneksi DSL atau disebut juga dengan DSL router. Menyimpan routing table untuk menentukan rute terbaik antara LAN ke WAN. Untuk membaca alamat logika IP address source and destinatio Fungsi Utama Router : Menentukan jalur terbaik. Sebagai switching paket-paket data ke interface yang dituju

Cisco Internetwork Operating System (Cisco IOS)

     Sistem operasi yang digunakan oleh alat jaringan dikenal sebagai Network Operating System. Cisco Internetwork Operating System (IOS) adalah salah satu contoh sistem operasi yang digunakan dalam alat jaringan Cisco seperti Switch dan Router. Contoh lain seperti JunOS, Vyatta, Arista, Mikrotik OS, dll. Metode yang biasa digunakan untuk mengakses Cisco IOS adalah menggunakan CLI.  PENYIMPANAN CISCO IOS      IOS file sendiri ukurannya hanya beberapa MB yang tersimpan pada sebuah penyimpanan semi permanen yang disebut flash. Memory flash ini merupakan penyimpanan yang bersifat non-volatile, yang artinya isi dari memory tidak akan hilang saat alat dimatikan, bisa dirubah dan di overwritte (ditimpa). Hal ini membuat IOS bisa diupgrade ke versi yang baru tanpa harus mengganti hardware. FUNGSI CISCO IOS      Cisco IOS pada router dan switch melakukan fungsi dimana profesional network bergantung untuk membuat infrastruktur jaringannya ber...

Sistem Operasi

Definisi umum dari sistem operasi adalah sebuah perangkat lunak sistem yang mampu mengelola sumber daya (resources) dari software dan hardware agar dapat berjalan dengan baik serta memudahkan proses interaksi dengan pengguna atau user (brainware). Jika kita analogikan sederhana, hubungan antara operating system dengan komputer adalah seperti kendaraan bermotor dan bahan bakar. Dimana, tanpa adanya bahan bakar, tentu saja kendaraan bermotor tidak akan bisa berjalan dengan semestinya. Sama halnya dengan sistem operasi, dimana anda tidak akan bisa menggunakan perangkat komputer apabila tidak adanya OS. Begitu juga sebaliknya, apabila anda mempunyai perangkat sistem dan tidak mempunyai komputer maka menjadi tidak berguna

VLAN Trunking

 TRUNKING  Trunking adalah mekanisme yang digunakan untuk membentuk sebuah internetwork, atau Internet, yang terdiri dari local area network (LAN), virtual LAN (VLAN) atau Wide Area Network (WAN).  Switch saling berhubungan untuk membangun jaringan ini menggunakan trunking. Trunking tidak terbatas pada media apa pun karena tujuan utamanya adalah untuk memaksimalkan bandwidth yang tersedia di semua jenis jaringan. Jaringan Cisco memiliki port trunk dan akses port.  Port trunk memungkinkan traffic dilakukan untuk semua VLAN atau salah satu VLAN.  Access ports, bagaimanapun, memungkinkan traffic untuk dibawa ke VLAN yang ditentukan saja.  Port trunk menggunakan proses tagging saat membawa data.  Setiap tag dicentang oleh switch untuk menganalisis switch mana yang akan menerima traffic.  Access ports tidak memiliki tag karena mereka membawa atau mengirimkan data ke VLAN tertentu KAPAN MENGGUNAKAN TRUNKING  Misalkan ada sebuah gedung yang...

Cara Kerja Virtual LAN

     VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan, baik menggunakan port, MAC address dan lain-lain. Semua informasi yang mengandung pengalamatan suatu VLAN (tagging) disimpan dalam suatu database, jika pengalamatan berdasarkan port yang digunakan maka database harus mencatat port-port yang digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya, maka digunakan switch/bridge yang dapat diatur. Switch/bridge akan menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama. Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya.

Konsep Virtual LAN

Gambar
Konsep Virtual LAN      Sebelum memahami Virtual LAN, suatu pengertian khusus mengenai definisi suatu LAN diperlukan. Sebuah LAN meliputi semua piranti jaringan yang berada pada satu broadcast domain. Suatu broadcast domain meliputi sekelompok piranti jaringan yang terhubung dalam suatu jaringan LAN yang bisa mengirim frame broadcast, dan semua piranti lainnya dalam satu segmen LAN yang sama akan menerima salinan frame broadcast tersebut. jadi bisa dikatakan bahwa suatu jaringan LAN dan suatu broadcast domain pada prinsipnya adalah hal yang sama.      Tanpa VLAN, sebuah Switch akan memperlakukan semua interface pada Switch tersebut berada pada broadcast domain yang sama – dengan kata lain, semua piranti yang terhubung ke Switch berada dalam satu jaringan LAN. Dengan adanya VLAN, sebuah switch bisa mengelompokkan satu atau beberapa interface (baca port) berada pada suatu VLAN sementara interface lainnya berada pada VLAN lainnya. Jadi pada dasarnya, Switch me...

Contoh dari Jenis-Jenis Switch

Gambar
CONTOH SWITCH MANAGEABLE CONTOH SWITCH MANAGEABLE Gigabite Smart Plus Switch Management CISCO SG220-50-K9EU 50-Port Smart Switch D-Link DES-1210-28 24 UBIQUITY US-8-60W UniFi Switch 8Port 60W PoE Managed Gigabit Switch

Jenis-jenis Switch

Dari segi fungsi dasarnya, Switch dibedakan menjadi dua jenis yaitu:  Switch unmanaged  Switch managed  SWITCH MANAGEABLE Switch managed merupakan jenis switch yang memiliki fitur-fitur yang handal yang mampu mendukung kinerja switch dalam jaringan komputer. Switch unmanageable hanya memiliki kemampuan untuk meneruskan data saja dan tidak dapat melakukan pengaturan. SWITCH UNMANAGEABLE Instan/Simple      Switch Unmanage umumnya dapat langsung dipakai, tidak bisa dikonfigurasi (plug and play), Sedangkan switch Manage bisa dikonfigurasi dikarenakan umumnya memiliki IP Address.        2. Harga      Switch Unmanage umumnya lebih murah dari Switch Manage.

Fungsi Switch

     Berikut beberapa fungsi switch yang perlu diketahui.  Looping Avoidance  Meneruskan Data Frame  Address Learning Looping Avoidance  Looping merupakan perputaran data yang terjadi di port switch saja.  Dimana switch bisa dipakai untuk mencegah terjadinya looping ketika menerima data yang tidak diketahui tujuannya.  Kemudian data yang diterima akan diteruskan ke IP Address tujuan melalui pemblokan di salah satu port yang terhubung dengan perangkat lainnya.  Meneruskan Data Frame  Switch juga dipergunakan untuk menyaring dan meneruskan data frame ke alamat yang sedang dituju. Selain mengirimkan data ke alamat tujuan, penerusan data frame juga akan dilanjutkan ke alamat MAC dan port tertentu.  Hal ini dapat mengurangi adanya peristiwa tabrakan saat proses pengiriman data.   Address Learning   Address learning pada switch berfungsi mencatat alamat MAC antar perangkat jaringan yang sedang terhubung.  Saa...

Konsep Switch

     Switch merupakan sebuah komponen jaringan komputer yang berfungsi menghubungkan beberapa perangkat komputer supaya bisa melakukan pertukaran paket baik itu menerima, memproses serta meneruskan data menuju perangkat lainnya.       Berbeda dengan HUB, switch biasanya bekerja secara lebih terarah, efisien dan langsung menyasar pada alamat yang dituju untuk pertukaran data, memproses maupun mengirim data.       Selain itu, switch juga mampu mendeteksi tujuan data untuk mencegah adanya tabrakan ketika data dikirim.